01 Oktober 2008
Tak terasa sudah 3 tahun aku tidak mendengar suaranya
Tak melihat senyumannya
Tak melihat dia tertawa
Tak ada panggilan darinya
Dia kini telah pergi untuk selamanya
Tak ada pesan, tak ada kabar
Diam tak menjawab pertanyaanku
papa, mengapa kau pergi meninggalkanku?
Aku masih mau dibangunkan dari tidur pagiku
Aku masih mau dibangunkan di saat sahur
Aku masih ingin diantarkan ke sekolah
Aku ingin dipanggilan dengan panggilan khas itu
Aku ingin bersenda gurau padamu
Aku masih ingin bertanya sesuatu hal kepadamu
Tapi kenapa kau pergi tinggalkanku begitu saja
Papa, tidakah kau rindu padaku?
Mana janjimu yang ingin menemaniku selamanya?
Papa, sedang apa di sana?
Apa Tuhan menjagamu dengan baik?
Apa Tuhan bersikap ramah kepadamu?
Apa kau bahagia di sana?
Tuhanku, katanya kau Maha mengetahui
Kau tahu jika kau ambil papaku, aku akan sedih
Namun mengapa kau masih tetap mengambilnya?
Aku marah padamu Tuhan
Katanya Maha pengasih, katanya Maha Penyayang
Kau ambil dia tanpa meminta izin kepadaku
Di saat aku tidak bersamanya
Di saat aku belum mengerti kehidupan
Aku pernah bilang padaMu, jangan ambil kedua orangtuaku sebelum aku
Tapi …mana?
Maaf mungkin aku emosi Tuhan
Semua telah terjadi, ya tapi bagaimana Tuhan?
Aku hanya hambaMu yang lemah tak berdaya
Yang berdosa, yang tak berdaya, yang bisanya hanya meminta
Namun tidakah kau tahu apa yang ku rasakan?
Tuhanku, yang Maha pengasih lagi maha penyayang
Ampunilah dosa Papa ku
Sayangilah papaku di sana, jaga dia, berikan tempat terbaik untuknya
Tempatkanlah dia bersama Nabi Muhammad SAW
Dan sampaikan salam rinduku padanya
No comments:
Post a Comment