Feb 16, 2012

for someone special


Hidup..

Kehidupan adalah suatu misteri

Sesuatu yang kini di pertanyakan

yang tidak mungkin menjadi mungkin

dan yang mungkin menjadi tidak

sesuatu yang tanpa di duga

yang datang mudah pergi

dan yang pergi datang kembali...



Hidup ini mengalir seperti sungai

mengalir jauh tanpa harapan

diam terpaku bagai ruang hampa

tetapi, semua telah terjadi dan tak dapat di ulang kembali...



Kehidupan adalah arti

dimana arti itu sendiri adalah jawaban dari semua pertanyaan

Kita hidup untuk apa ?

untuk uangkah ?

untuk orang yang kita sayang ?

untuk mencari ridho ilahi ?

atau hanya sekedar mengalir bagai binatang...



Tak tahu langkah ini sampai dimana...

lelah ini akan sampai kapan ?

jauh bila melihat angan.

namun tak kuat untuk menggapai

meski banyak yang bilang

kita tak mungkin meraih bintang..

Ketika Perempuan Menangis


Ketika perempuan Menangis (di hadapan seorang lelaki)
Jika seorang perempuan menangis dihadapanmu,
itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu. Selamanya....

Seorang perempuan tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.
Seorang perempuan tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.

Lelaki, jika seorang perempuan pernah menangis karenamu,
Raihlah tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.

Lelaki, jika seorang perempuan menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karenamu,
Lihatlah matanya.... Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya??

Pikirkan....
Perempuan manakah yang akan menangis dengan murni,
penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu.... ..
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki, Pikirkanlah tentang hal itu
Jika seorang perempuan menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya.. ..
Pertimbangkanlah Karena suatu hari nanti Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang 'MAAF' !!

(forward dr Ni Made Dwi Wulandari)


Papa


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu..

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa". Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa. Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di setasiun/bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....


Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Papa telah menyelesaikan tugasnya.... Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..Love you paa

Puisi Untuk Papa Tercinta

01 Oktober 2008 

Tak terasa sudah 3 tahun aku tidak mendengar suaranya 
Tak melihat senyumannya 
Tak melihat dia tertawa 
Tak ada panggilan darinya 

Dia kini telah pergi untuk selamanya 
Tak ada pesan, tak ada kabar 
Diam tak menjawab pertanyaanku 
papa, mengapa kau pergi meninggalkanku? 
Aku masih mau dibangunkan dari tidur pagiku 
Aku masih mau dibangunkan di saat sahur 
Aku masih ingin diantarkan ke sekolah 
Aku ingin dipanggilan dengan panggilan khas itu 
Aku ingin bersenda gurau padamu 
Aku masih ingin bertanya sesuatu hal kepadamu 
Tapi kenapa kau pergi tinggalkanku begitu saja 

Papa, tidakah kau rindu padaku? 
Mana janjimu yang ingin menemaniku selamanya? 
Papa, sedang apa di sana? 
Apa Tuhan menjagamu dengan baik? 
Apa Tuhan bersikap ramah kepadamu? 
Apa kau bahagia di sana? 

Tuhanku, katanya kau Maha mengetahui 
Kau tahu jika kau ambil papaku, aku akan sedih 
Namun mengapa kau masih tetap mengambilnya? 
Aku marah padamu Tuhan 
Katanya Maha pengasih, katanya Maha Penyayang 
Kau ambil dia tanpa meminta izin kepadaku 
Di saat aku tidak bersamanya 
Di saat aku belum mengerti kehidupan 
Aku pernah bilang padaMu, jangan ambil kedua orangtuaku sebelum aku 
Tapi …mana? 

Maaf mungkin aku emosi Tuhan 
Semua telah terjadi, ya tapi bagaimana Tuhan? 
Aku hanya hambaMu yang lemah tak berdaya 
Yang berdosa, yang tak berdaya, yang bisanya hanya meminta 
Namun tidakah kau tahu apa yang ku rasakan? 

Tuhanku, yang Maha pengasih lagi maha penyayang 
Ampunilah dosa Papa ku 
Sayangilah papaku di sana, jaga dia, berikan tempat terbaik untuknya 
Tempatkanlah dia bersama Nabi Muhammad SAW 
Dan sampaikan salam rinduku padanya

Ayah

Aku tak mampu mengantar kepergianmu 
Langit mendung turut berduka 
Orang-orang riuh rendah becerita 
Tentang segala amal kebaikanmu 

Aku datang kepadamu, ayah 
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu 
Aku menangis dan berdoa 
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu 

Kepergianmu seketika mendewasakan aku 
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup 
Untuk menjadi berguna bagi sesama 

Kepergianmu mengajarku 
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi 
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar 
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya 
Hingga saat terakhir hayatmu 
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu 

Hari ini aku menemuimu, ayah 
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu 
Bila datang saatnya nanti 
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu 
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa 
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya 

Ayah, 
Aku merindukanmu.. 
Amat teramat sangat merindukanmu 
Aku merindukan sosokmu ayah.. (╥﹏╥) 

buat kalian yang masih memiliki seorang ayah sayangilah ayah kalian seperti ayah kalian menyayangi kalian. 
dan bagi kalian yang di tinggal pergi jangan pernah putus asa 
berikan suatu hal yg membuat ayah kalian bangga di alam sana.. 

satu kata lahir dari lubuk hati 
dan hati nurani ku pun ingin mengatakan 
"I LOVE U FOREVER" 
kasih dan sayangmu takan tergantikan dengan apapun dan oleh siapapun. 

Miss you so much dad 
15.12.1970-01.10.2008

Cinta Kasih kepada Orangtua



Artikel cinta ini sebagai perwujudan cinta dan rindu seorang anak kepada kedua orangtua.Penulis menyebut tema ini sebagai puisi cinta, cerita cinta, kisah cinta, kata-kata cinta, kisah cinta kasih, kata mutiara cinta seseorang yang sedang berada jauh dari hidup dan kehidupan kedua orang tua. Kata-kata cinta ini bukan sebagai bukti cinta, namun ia hanyalah sebagai ungkapan terdalam hati seseorang sebagai wujud cinta. Ungkapan perasaan cinta, rindu dan sayang setiap manusia mungkin akan berbeda dalam menunjukkan gambaran cinta dan kasih sayangnya. Dan seseorang yang sedang jatuh cinta bisa merealisasikannya dalam bentuk apapun, bisa melalui kata-kata cinta, syair cinta, gerak tubuh, tulisan bertema cinta atau apapun itu namanya sebagai bukti cinta. Dan bagi saya sendiri apapun apresiasi cinta pada orang yang kita cintai, yang terpenting adalah perwujudan secara nyata terhadap perasaan cinta kita itu sendiri.
Apalah artinya cinta kalau semua itu hanya di bibir saja (mengutip sebuah pernyataan) dan bukankah manisnya cinta itu hanya untuk dirasakan? Jika sahabat terutama yang sedang jatuh cinta baik pada sang kekasih pujaan hati maupun orang tua dan keluarga, saya berharap apresiasi cinta sahabat adalah untuk direalisasikan bukan untuk dijanjikan. Cinta suci itu adalah kenyataan dan kenyataan akan terwujud bila kita segera merealisasikan bukti cinta dengan ikhlas dan ikhlasnya cinta itu tergantung pada kadar kekayaan jiwa seseorang, semakin kaya jiwa maka semakin mudah membuktikan arti cinta.
“Adalah suatu kebahagiaan dan keberuntungan ketika seorang anak dapat setiap saat bertemu dan berkumpul dengan orang tua tercinta. Dan adalah sebuah ujian dan pengorbanan ketika seorang anak harus rela terpisah dengan orang tua tercinta demi masa depan dan kehidupannya yang lebih baik. Namun semuanya adalah suatu ketetapan serta kehendak-Nya yang harus kita jalani dengan penuh sabar dan ikhlas. Semuanya akan terasa indah jika saja cinta dan kasih sayang tertancap kuat dalam hati serta jiwa kita. Semuanya akan bisa kita nikmati dan syukuri selama kita meyakini bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya, Dan apapun serta bagaimanapun jalan hidup kita, sesungguhnya itulah yang terbaik bagi kita di sisi Allah.”
Wahai Ayahandaku tercinta.….Wahai Ibundaku tercinta…..
Semoga Engkau senantiasa ada dalam kesehatan, keselamatan, keberkahan serta kedamaian hidup. Semoga Engkau senantiasa Allah berikan perlindungan dan kemudahan dalam setiap langkah kehidupanmu serta dalam setiap hembusan nafasmu. Semoga Engkau menjadi hamba-hamba pilihan-Nya dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung baik di dunia terlebih di akhirat nanti…Amin Yaa Robbal Alamin.

Wahai Ayahandaku tersayang.….Wahai Ibundaku tersayang…..
Inilah putramu yang telah Engkau besarkan dengan penuh kesusahan lagi kepayahan. Inilah putramu yang telah membuat Engkau banyak berkeringat demi masa depan buah hatimu. Inilah putramu yang senantiasa merepotkan serta membebani hidupmu semenjak kecil. Inilah putramu yang senantiasa mendorong Engkau untuk bekerja siang malam demi menafkahi serta menyekolahkan anak-anakmu. Dan Engkau pun kini telah melihat putramu telah tumbuh dewasa dan semoga selalu ada dalam pengharapanmu.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Putramu akan senantiasa mengenang setiap jengkal langkah pengorbananmu yang ikhlas. Putramu akan senantiasa mengingat belaian kasih sayangmu yang tulus. Putramu akan senantiasa berusaha menjalankan pesan yang Engkau amanahkan serta tanamkan pada buah hatimu. Putramu akan senantiasa berusaha untuk tetap menjadi permata hati yang membahagiakan serta membanggakan hidupmu. Putramu akan senantiasa berusaha melakukan apapun yang membuat hati serta pikiranmu merasa damai lagi tentram. Dan hingga kini pun putramu senantiasa mengharapkan kucuran do’a serta restumu.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Hingga kini putramu belum bisa mengabdi dan berbakti sebagaimana yang telah Tuhan ajarkan. Hingga kini putramu belum mampu membalas budi atas segala kasih sayangmu yang tulus terhadap hidupku. Hingga kini putramu belum mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagimu. Hingga kini putramu belum mampu menempatkanmu pada kondisi yang semestinya putramu usahakan. Hingga kini putramu belum bisa menyempatkan diri untuk melepas kerinduan lebih lama bersama keluarga tercinta. Dan mungkin hanya waktu serta atas Kuasa-Nya pula lah yang dapat membuktikan bahwa betapa putramu sangat mencintai serta menyayangimu.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Dulu putramu merasa nyaman dan tentram tatkala berada di sampingmu dan walaupun kini putramu berada jauh darimu, namun putramu tetap merasakan ketenangan karena Engkau selalu ada dalam hatiku. Dulu putramu sangat bahagia tatkala Engkau memanjakanku dan hingga kini pun putramu senantiasa berharap Engkau akan memanjakanku dengan kasih sayangmu. Dulu putramu sangat gembira tatkala Engkau bawakan ke hadapanku beberapa hadiah dan hingga kini pun putramu senantiasa mengharapkan Engkau membawa hadiah bagi putramu dalam do’a, ridha serta restumu.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Ketika wajahmu tersenyum manis, putramu sungguh merasakan adanya keteduhan dan kehangatan dalam pandanganmu. Ketika lantunan suaramu terdengar, telingaku merasakan selalu ada kebaikan dalam lisanmu. Ketika perintah isyaratmu keluar, hatiku merasakan adanya kelembutan dalam perilakumu. Ketika Engkau mengajariku, pikiranku dapat merasakan ada ketegasan dalam bijakmu. Dan putramu akan senantiasa berusaha mengabarkan apa yang telah Engkau ajarkan pada diriku, untuk mengajarkan kembali kepada putra putriku kelak.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Walaupun kini putramu tinggal dan berada jauh dari kehidupanmu, namun percayalah hatiku sangatlah dekat denganmu. Walaupun kini putramu tidak dapat melihat Engkau setiap hari, namun yakinlah bahwa wajahmu selalu terbayang dalam pikiranku. Walaupun kini putramu tidak merasakan belai kasihmu secara langsung, namun putramu percaya bahwa Engkau tetaplah seperti yang dulu. Walaupun kini putramu tidak mendengar suaramu setiap saat, namun lisanmu selalu terngiang di telingaku. Walaupun kini putramu tidak mendapatkan pelajaran hidup berharga karena jarak memisahkan kita, namun pelajaran dan pengalaman hidupmu sesungguhnya telah tertanam dalam jiwaku. Dan putramu senantiasa berharap dan terus berdo’a semoga Sang Khalik akan mengumpulkan kita di Surga-Nya kelak, Amin.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Kini putramu sedang berusaha mewujudkan impian serta harapanmu. Kini putramu dapat mandiri berkat do’a serta restumu. Kini putramu dapat hidup layak seperti orang lain berkat pelajaran serta bimbinganmu. Kini putramu dapat menemukan jati diri sesungguhnya berkat arahan serta binaanmu. Kini putramu senantiasa berusaha untuk menjadi insan yang lebih berguna bagi sesama. Dan andai saja Engkau saat ini ada di sampingku, ingin rasanya putramu memeluk erat dirimu dengan penuh cinta kasih.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Putramu mengajak Engkau dengan penuh kerendahan hati dan dengan tidak mengurangi rasa hormatku padamu, marilah kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat serta karunia yang telah Sang Khalik augerahkan kepada kita semua. Tanpa Kuasa-Nya, kita semua tidaklah akan menjadi apa-apa dan tanpa Rahmat-Nya, kita semua tidaklah bisa merasakan nikmatnya hidup serta kehidupan ini.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Putramu yang kini berada jauh darimu akan selalu merindukanmu. Putramu yang kini tidak berada dihadapanmu akan selalu menyayangimu. Putramu yang kini tidak berada disampingmu akan selalu mencintaimu . Putramu yang selalu ingin Engkau sayangi, senantiasa mengharapkan agar Engkau selalu ada dalam pengharapanku.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Semoga Allah senantiasa menjaga serta mengasihimu…semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan serta keselamatan bagimu… semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan serta keberkahan untukmu…Semoga Allah menjadikanmu sebagai calon penghuni Surga juga menjadi hamba-hamba pilihan-Nya..,semoga Allah menetapkan Engkau termasuk golongan orang-orang yang beruntung, Amin,
“Sesungguhnya do’amu senantiasa kuharapkan, restumu senantiasa kunantikan, ridhamu senantiasa kuinginkan, kasih sayangmu senantiasa kudambakan…wahai Ayahandaku tercinta…wahai Ibundaku tersayang.